Selasa, 22 Maret 2011

" Wanita itu LEMAH" No way !!!!!!

**
Katanya wanita itu lemah
Ternyata wanita itu kuat
Lebih kuat dari pukulan ombak

Katanya wanita itu duduk di belakang lelaki
Ternyata wanita itu memimpin lelaki
Di setiap lekuk pahit manis kehidupan

Katanya wanita itu lebih rendah daripada lelaki
Ternyata wanita itu lebih peka nalurinya
Sehingga jangan pernah merendahkan perasaannya

Katanya wanita itu begitu rapuh hatinya
Ternyata wanita itu merapuh kerana memberi kekuatan
Sesuatu yang tak dapat dibendung oleh kata

Lihatlah air matanya
Keluar turut merasakan
Sedih gembira
Menangis tertawa
Apa pun beragam perasaan

Lihatlah senyum tawanya
Di saat dia ingin berteriak dan menangis

Lihatlah kedua tangannya
Di sana dia menggunakan segalaya
Untuk memeluk, membelai dan berkreasi

Lihatlah kelembutan hatinya
Hingga pisau tajam pun
Tak mampu membelahnya
Dia lemah tapi kuat
Dia lembut tapi tabah
Dia rapuh tapi tahan banting

Dia hanya punya satu hati
Tapi mampu membagi hati
Dia hanya punya dua tangan
Tapi mampu mengganda gunakan tangan

Sepatutnyalah lelaki melindungi wanita
Bukan kerana dia lemah, lembut dan rapuh
Tapi sudah selayaknya
Mengagungi dan menjaga
Mahkluk berharga ciptaan-Nya

__ ***__

Ujar lelaki, wanita itu lemah
Ujar wanita, mereka adalah lembut
Antara lemah Dan lembut…..

besar  perbedaannya
Namun Ada yang tidak rela mengakuinya
Telah ditakdirkan …

kerana lembut , wanita tidak gemar perdebatan..

Kecuali jika  terpaksa, Lalu wanita pun diam
Diam seolah-olah menerima…
Dalam diam, wanita gigih melaksanakan kewajiban

Dalam diam ,wanita terus terusan bekerja
Di kantor sebagai karyawan…di rumah sebagai suri
Dari sebelum matahari terbit di subuh Hari
Hingga jarum jam tegak bertindih jari

Lelaki yang mengaku kuat , membuka mata sarapan sudah terhidang
Apabila pulang dari bekerja…di kursi malas lunglai terlentang

Isteri dikatakan lemah…bergelut di dapur memasak
Suami yang mengaku gagah…bersantai di hadapan TV tidak bergerak

Selesai memasak wanita mengurus anak-anak
Menyapu sampah, membersihkan rumah yang berserak
Lelaki keletihan kerena  di jalan sesak
Beristirahat,menonton TV sambil tergeletak

Dalam diam wanita dianggap lemah…terus berlomba dengan masa
Memandikan anak, melipat pakaian dan membasuh baju
Kaki tangan semua digerakkan dengan laju
Menyiram pohon-pohon bunga yang mulai layu

Sebelum solat Magrib untuk sujud…
Menyembah yang Satu
Makanan dihidang selepas solat

Selesai kerja rumah, anak-anak diajar mengaji
Sedang suami tersandar semula seperti tadi
Sebagai isteri kesetiaan wanita sentiasa diuji
Dalam diam semua tugas rumah segera dibereskan

Lelaki yang hanyut dalam keasyikan
Tidak mampu menerima perubahan
Rela bertahan bagaimana juga
Asalkan cara hidup tradisi terus dinikmati

Dalam diam
Wanita yang sering dianggap lemah
Meneruskan hidup dalam segala kekuatan

Tak perlu mencari teman secantik BALQIS, Jika diri tak seindah SULAIMAN,
Mengapa mengharap teman setampan YUSUF,
Jika kasih tak setulus ZULAIKHA,
Tak perlu diri menjadi seteguh IBRAHIM,
Jika tak sekuat SARAH,
Mengapa didamba teman hidup seistimewa KHADIJAH,
Jika diri tak sesempurna RASULULLAH  S.A.W,

Tak guna Ada MATA kalau tak dapat  MELIHAT,
Tak guna Ada HATI kalau tak tahu MENILAI….


Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam
tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki

Pikirkanlah tentang hal itu

Jika seorang wanita menangisi hatinya
untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah
kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya....

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang 'MAAF'!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar